GuYs PaDa NgRaSa Ga si KLo bUmi YanG KiTa TemPatin InI uDa gA seNyaMan DuLu LaGi… peNyeBaB uTamaNya Ya uLaH maNusIa seNdiRi… GaRa” uLah MaNusia gLoBaL waRMing TeRus MeNingKaT aNd TaMBah PaRah…
Gw PeRnaH BaCa di SeBuaH bUku… KaTaNya KaLaU gLoBaL waRMinG tErUs MeRajaLeLa di BuMi iNi maKa diPerkiRakaN Pada TaHuN 2012 BuMi iNi aKan KiaMaT… eS di KuTub baKaL meNCaiR KaReNa Ga TaHaN SaMa PaNaS dI buMi iNi… KeBaYanG Kan KaLo Es di KUTub MeNCaIR… AiR LaUT BaKaL PaSanG TeRus TeRjaDi TsUNaMi di sEmua PuLau YanG aDa… DaN TsUnaMi iTu aKaN MeMuSNahKaN KeHIduPan… MaKa BuMi InI sEDanG daLaM pRoSeS KIAMAT….
PeNyEbaB” gLoBaL waRMiNG :
1. HuTaN GuNDuL seHinGGa KaNdUnGan Co2 diUdaRa LeBih BaNyak DaRi O2
2. PoLUsi UdaRa BaiK daRi aSaP KendaRaaN beRMoToR MauPuN paBRiK”
3. PenGGuNaaN LisTRiK yaNG ga PeRLu sehingga MeNaMBah PaNas
4. eFeK RuMaH KaCa…
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. “Global Warming,”sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.
5. eFeK UMpaN BaLik
Efek-efek dari agen penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat).[3] Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.
Efek-efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan radiasi infra merah balik ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat.[3]
Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es.[4] Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersama dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.
Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.[5]
6. VaRiaSi maTahaRi
Variasi Matahari selama 30 tahun terakhir.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Variasi MatahariTerdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini.[6] Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960,[7] yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.[8][9]
Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuan dari Duke University mengestimasikan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan temperatur rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000.[10] Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat estimasi berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari; mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh.[11] Walaupun demikian, mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun, sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.
Pada tahun 2006, sebuah tim ilmuan dari Amerika Serikat, Jerman dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat “keterangan” dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0,07% dalam tingkat “keterangannya” selama 30 tahun terakhir. Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global.[12][13] Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985, baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis.
PeNGaRuH gLoBaL WaRMiNG 4 This WoRLd :
1. Membudayakan gemar menanam pohon dan menggunakan tanaman hidup sebagai pagar rumah.
2. Penebangan pohon harus diikuti dengan penanaman kembali bibit pohon yang sama dalam jumlah lebih banyak.
3. Hindari membakar sampah.Jangan membuka lahan dengan membakar.
4. Hemat energi.
5. Usahakan menggunakan transportasi umum dan kendaraan yang berbahan bakar ramah lingkungan.
6. Rawat mesin kendaraan secara berkala agar emisi gas buang kendaraan baik.
7. Bagi industri, selalu memantau emisi gas buang limbahnya.
HaL” yaNg DaPaT diLaKuKan uNTuK BeRadaPTasI :
1. Memahami kondisi cuaca dan pergerakan angin sebelum beraktivitas.
2. Penyesuaian pola tanam yang mengikuti peruahan musim.
3. Tidak menggali tanah yang miring di lereng bukit atau gunung untuk mencegah longsor.
4. Bagi yang bertempat tinggal di dekat pantai, agar mewaspadai pasang air laut.
5. Membudayakan hidup bersih dan membiasakan membuang sampah pada tempatnya unuk mencegah banjir karena tersumbatnya aliran air.
6. Membuat bak atau kolam untuk menampung hujan dan membuat sumur resapan.
MaRiLah qTa MeMbantu MenGuRangi TeRjaDInya GLoBaL waRMinG aGaR qTa daPat MenOLoNG sMua UmaT maNusia…


13 Comments
lalala org pertama yg comment.mantap.tapi artikel ini baru berupa hipotesa para peneliti saia rasa judul artikel anda terlalu berlebihan…dan ada 1 penyebab lagi..pemakaian zat tertentu yang dapat merusak lapisan o3(ozon) yg mengakibatkan sinar matahari langsung sampai ke permukaan bumi tanpa melalui O3.klo bisa pemerintah membuat program pembuatan gas O3.^^terus juga polusi dari pabrik dan kendrn bermotor tdk menyebabkan global warming…
qTa xMa” bRhaRaP aDa PeneMuaN kaYa GTu…. muDaH”aN z hIpoTesa paRa PeNeLiTi iTu SaLah c0z yaNG neNtuin Kan YanG di aTas… ^^
Thx 4 d CoMMeNT…
Tauk ah…No coment ^-^ makacey udah bantu ngerjaent tugas bio dari artikel amuw ….
Maksude geo
xMa”… ^^
dHu bagaimana y carany tuk mengjak org2 tuk mena2m pohon
Semuanya harus atas dasar kesadaran setiap umat manusia…..
bukan bagaimana mengajak orang utk menanam pohon, tapi bagaimana melarang orang utk menebang pohon, thx
Kembali lagi semuanya atas dasar kesadaran manusianya sendiri…
Entah itu kesadaran buat menanam pohon maupun kesadaran untuk tidak menebang pohon… Tapi semuanya juga tergantung tujuan penebangan pohonnya sendiri…. Kalo tujuannya baik ya harus qta dukung…
untuk kesadaran sendiri, manusia biasa sulit untuk menguasainya, kesadaran itu sendiri harus dibangun melalui pengalakan hukum secara tertulis maupun tidak, untuk penegakan tidak hanya aparat saja diharapkan masyarakat juga ikut.ikut gebukin tuh orang :p
walaupun adanya penggalakan hukum yang tertulis maupun tidak tertulis apa itu cukup berpengaruh untuk membatasi tingkah laku manusia yg udah terlanjur gila harta?? Kayanya engga deh…. Yang sulit itu yang bisa…. Jadi kesadaran manusia yg sulit itulah yg menjadi kata kunci keselamatan bumi ini….
Masyarakat yg ikut gebukin orang itu bakal nambah”in dosa aja….
Mending diikat aja di tengah hutan terus ditinggalin sekalian….
wah……………
klo kya gt c qta harus lbh giat menjaga lingkungan qta semua byar tdk terjadi global warming
Iy dunx….
Lanjutkan!!!